BERITA TER-UPDATE :
SEGENAP CIVITAS AKADEMIKA STAIN PONOROGO MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DITANDA-TANGANINYA PERPRES NOMOR 75 TAHUN 2016 TANGGAL 1 AGUSTUS 2016 TENTANG INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
16
Okt
2015
PUSTAKAWAN STAIN PONOROGO MENAPAKKAN KAKINYA DI BRISBANE, AUSTRALIA
Ditulis oleh Administrator    PDF Cetak E-mail

Goes to Brisbane

Brisbane (15/10). Setelah melakukan penerbangan selama tujuh (7) jam dari Jakarta menuju Brisbane, akhirnya enam belas (16) Duta Pustakawan PTKI menapakkan kakinya di Brisbane hari ini dengan penuh semangat, kendati rasa lelah terlukis pada wajah mereka. Salah satu diantara Duta PTKI ini adalah Bapak Kardi, M.Hum dari STAIN Ponorogo.

Rute yang di tempuh para duta ini cukup berat. Keberangkatan dari Jakarta pasca pelepasan oleh Sekditjen Pendis, menuju Brisbane dilalui dengan transin di Bandara Internasional Bali terlebih dahulu. Namun karena ada gangguan teknis di Bandara Internasional Cengkareng, penerbangan merekapun sempat dilay selama 3 jam, sehingga ketika tiba di Bali, mereka bergegas menuju imigrasi untuk mengejar penerbangan lanjutan.

“Kami sampai di Bali semalam jam 21.10, padahal pesawat Jetstar yang akan kami tumpangi akan berangkat jam 22.00 dari Bali. Kami harus berlari dan bergegas untuk cek-in dan mendaftar di imigrasi, sungguh pengalaman luar biasa. Andai bukan karena dilay di Jakarta, mungkin tidak akan seperti itu.” jelas salah seorang peserta dari STAIN Kudus.

Tidak cukup ketegangan dan kekhawatikan mereka di saat berjibaku dengan waktu semalam, merekapun “dihantui” proses pengecekan barang bawaan oleh pihak imigrasi Bandara International Brisbane yang dibantu oleh anjing pelacak. Bahkan, salah seorang peserta yang tidak mau disebut namanya, sempat terkena ciuman dan jilatan anjing pelacak.

“Tadi, saya tidak sadar mas, anjing pelacaknya nyamperin saya, akhirnya tangan saya dijilatin. Ya sudah, saya kena liurnya, jadi saya langsung istinjak.” jelas salah seorang peserta yang tidak mau disebut namanya.

Kini, ketegangan yang sudah dialami dapat terobati. Hari ini, mereka telah menapakkan kakinya di Brisbane dengan penuh bahagia. Proses adaptasi di negara tujuan dengan mudah mereka lalui di hari pertama ini. Berbekal Bahasa Inggris yang baik, mereka dapat beradaptasi dengan cepat. Bahkan, beberapa sudah shopping di supermarket dan sebagian melepas kepenatan menyusuri kota Brisbane yang tenang, sembari menyiapkan tenaga untuk berjibaku dengan kegiatan akademik di University of Queensland di hari berikutnya. [Rafiq]

Sumber : http://diktis.kemenag.go.id/