BERITA TER-UPDATE :
SEGENAP CIVITAS AKADEMIKA STAIN PONOROGO MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DITANDA-TANGANINYA PERPRES NOMOR 75 TAHUN 2016 TANGGAL 1 AGUSTUS 2016 TENTANG INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
16
Okt
2015
PUSTAKAWAN PTKI GO INTERNATIONAL
Ditulis oleh Administrator    PDF Cetak E-mail

Kemayoran (13/10). Malam ini, Sekditjen, Prof. Dr. Ishom Yusqi, secara resmi membuka kegiatan Pre Departure untuk peserta Development of Library System Management (DELSMA) dan melepas keberangkatan para Duta PTKI ini ke University Queensland, Brisbane Austalia, besok sore. Salah satu diantara Duta PTKI ini adalah Bapak Kardi, M.Hum dari STAIN Ponorogo.

Kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam melalui Subdit Ketenagaan dan menjadi pilot projek untuk kegiatan lanjutan para pustakana PTKI. Untuk tahun pertama ini, DIKTIS memberangkatkan Duta Perpustakaan PTKI sebanyak enam belas (16) orang yang diwakili dari beberapa perguruan tinggi negeri.

Dalam sambutannya, Prof. Ishom menyampaikan bahwa peserta DELSMA ini adalah Duta Negara yang harus mengharumkan nama bangsa dan Negara untuk menimba wawasan keilmuan dan management pengelolaan dan pengembangan perpustakaan di perguruan tinggi masing-masing.

“Anda adalah Duta Kampus yang harus membawa nama baik Indonesia. Maksimalkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk pengembangan perpustakaan kita. Ambil yang baik, tinggalkan yang jelek.”

Lebih lanjut, Sekditjen menegaskan bahwa kegiatan perdana ini akan dievaluasi sepenuhnya dan akan menjadi tolak-ukur keberlanjutan kegiatan serupa dan kegiatan-kegiatan pustakawan lanjutan lainnya di tahun depan.

Dengan diadakannya kegiatan ini, harapannya akan membangun budaya kerja yang baik di perguruan tinggi, perpustakaan, maupun di kantor Kementerian Agama. Bahkan, pustakawan dan staf pelaksana akan mempelajari sistem perpustakaan dan kepustakawan yang bertaraf internasional, sehingga sekembalinya ke Indonesia, dapat merubah sistem dan budaya kerja serta pelayanan yang akan diberikan.

“Harapan kami, bapak-ibu sebagai duta Indonesia pertama, dapat merubah perpustakaan yang menjadi jantung perguruan tinggi. Apabila perpustakaannya hidup layaknya jantung, maka atmosfir keilmuan dan akademik di kampus akan hidup.” Jelas mantan Kasubdit Ketenagaan ini.

Bahkan untuk memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ini, Prof Ishom juga berkomitmen bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan selalu mensupport, baik moril maupun pendanaannya untuk pengembangan SDM perpustakaan PTKI. Dan hal ini telah dibuktikannya dengan program yang telah dirancangnya dalam perencanaan sejak setahun yang lalu. [Rafiq/Fajar]

Sumber : http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?berita=detil&jenis=news&jd=529#.ViB5juztlHw