15
Jun
2009
MAHASISWA SEBAGAI ASET BANGSA
Ditulis oleh Administrator    PDF Cetak E-mail
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo, sebagaimana Perguruan Tinggi (PT) lainnya merupakan ‘kawah candradimuka’ bagi para pemuda dan remaja (Mahasiswa) untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa. Terlebih lagi Kampus Islam seperti STAIN ponorogo yang kedepannya akan melahirkan pemimpin-pemnimpin Islam yang bukan hanya memperjuangakn perubahan bangsa tapi lebih luas lagi yaitu memperjuangkan perubahan dunia Islam. Mahasiswa Islam yang diharapkan sebagai agen perubahan (agen of change) harus memiliki karakter yang mencerminkan akhlak Islam yang Kaffah (menyeluruh).

Karakter semacam inilah yang tidak dimiliki oleh kelompok lain selain para pemuda atau mahasiswa, yaitu perpaduan antara watak sebagai perubah pergerakan dan penjagaan nilai-nilai moralitas ditengah-tengah masyarakat yang semakin hedonis dan materialistis. Dipundak mahasiswa perubahan akan dipikul, dan sejarah telah membuktikan bahwa ditangan mahasiswa pula segala prubahan terjadi baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

Mahasiswa atau pemuda adalah aset yang tak ternilai bagi bangsa ini, karena dengan keberadaan dan kontribusinya sebuah bangsa masih memiliki asa dan harapan di masa yang akan datang. Mahasiswa atau pemuda memiliki idealisme yang kental dan kuat, sehingga ia dapat menjaga nilai-nilai moral perjuangan dan pergerakan murni atas dasar kebenaran dan pemahaman yang dimiliki. Dengan prinsip yang dimilki, maka kampus sebagai cikal bakal perjuanagan mahasiswa harus dapat memberikan pendidikan yang dapat membuka cakrawala mahasiswa bukan hanya dari sisi akademis tapi juga dari sisi hubungan kemasyarakatan.

Dakwah kampus merupakan sebuah fase yang penting dari dakwah secara umum. Dimana, tujuan dakwah kampus untuk mensuplai para alumni yang berafiliasi terhadap Islam serta optimalisasi peran kampus dalam mentransformasi masyarakat menuju masyarakat yang madani. Dengan peran ini maka dakwah kampus merupakan sebuah dakwah yang harus dilakukan disetiap kampus. Untuk itu diperlukan konsep yang matang dan mendalam untuk menata ulang dakwah kampus secara umum. Sehingga dengan demikian, keberadaan sebuah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di setiap kampus menjadi sebuah kebutuhan yang tak dapat terelakkan lagi yang senantiasa menjadi terdepan dalam hal syiar Islam di kampus-kampus secara umum.